Home / Uncategorized / Upaya Yang Dilakukan PGN Jaga Kinerja dan Penyaluran Gas Bumi Nasional

Upaya Yang Dilakukan PGN Jaga Kinerja dan Penyaluran Gas Bumi Nasional

Di tengah usaha memelihara kondisi perekonomian negara di era pandemi dan usaha didalam pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen menjadi anggota berasal dari solusi didalam berbagai peran yang diemban di bidang kekuatan terutama penyaluran gas bumi nasional.

Sehubungan bersama dengan putusan MA atas sengketa pajak bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), didalam jalankan kegiatan usahanya yakni penjualan gas bumi, PGN merujuk terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Industri Minyak dan Gas Bumi dan ketentuan di bidang perpajakan yang didalam perihal ini adalah penjualan gas bumi melalui infrastruktur jaringan pipa yang tidak dikenai PPN cocok Pasal 4A ayat 2 huruf a UU PPN.

Selama ini, PGN tidak mengutip pajak terhadap konsumen yang membeli gas bumi cocok bersama dengan ketentuan tersebut.

Terkait perihal selanjutnya dan potensi perseroan berkewajiban membayar pokok sengketa sebesar Rp3,06 Triliun disempurnakan potensi denda, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) tetap berusaha menempuh upaya-upaya hukum yang tetap terlalu mungkin untuk memitigasi putusan MA tersebut.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menyatakan bahwa seiring bersama dengan usaha hukum terhadap perkara ini, Perseroan bakal mengajukan permohonan kepada DJP tentang penagihan pajak agar ditunaikan setelah usaha hukum terakhir cocok ketentuan perundang-undangan, agar Perseroan sanggup mengelola kondisi keuangan dan tetap sanggup jalankan usaha ke depannya bersama dengan baik, termasuk mobilisasi penugasan Pemerintah dengan sertifikasi bnsp.

Selama ini, peran PGN sebagai Sub Holding Gas dan anggota berasal dari Holding Migas PT Pertamina Persero diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kekuatan saing industri didalam negeri.

“Sebagai pengelola 96% infrastruktur nasional dan 92% niaga gas bumi, PGN berusaha terus membantu visi misi pemerintah untuk mendongkrak mengkonsumsi gas domestik. Hal ini perlu untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional, agar sanggup menambah kesejahteraan masyarakat,” tutur Rachmat, didalam siaran persnya, Selasa (5/1/2021).

Saat ini ,PGN mobilisasi sebagian penugasan berasal dari pemerintah layaknya didalam pembangunan jaringan gas rumah tangga untuk 52 Kota Kabupaten, memberi tambahan harga gas tertentu untuk tujuh sektor industri tertentu cocok Kepmen ESDM 89.K/2020, jalankan program gasifikasi LNG untuk 52 titik pembangkit listrik PLN agar sanggup sediakan kekuatan listrik yang efektif dan menjadikan kesempatan bagi PGN untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi di lokasi Indonesia Bagian Tengah dan Timur melalui LNG.

PGN sebagai anggota berasal dari Holding Migas terus mengembangkan infrastruktur untuk menambah pemanfaatan gas bumi di Indonesia termasuk didalam penyediaan gas bagi seluruh Kilang Pertamina, di antaranya pembangunan terminal Regasifikasi LNG Cilacap untuk memenuhi keperluan gas RU IV Cilacap dan penyediaan infrastruktur gas untuk memenuhi keperluan RU V Balikpapan.

Sebagai berkomitmen untuk menjadi anggota berasal dari solusi bagi pemenuhan kekuatan nasional, PGN Group jalankan pembangunan proyek Pipa Transmisi Minyak Rokan untuk membantu program Pemerintah didalam menambah memproduksi minyak berasal dari Blok Rokan yang merupakan back-bone (sepertiga) memproduksi minyak bumi nasional, sekaligus salah satu blok minyak terbesar di Indonesia. Proyek ini termasuk membantu program pemerintah bersama dengan menambah efisiensi pembiayaan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Upaya mobilisasi peran baik secara usaha maupun sebagai anggota berasal dari kepanjangan pemerintah tetap ditunaikan PGN bersama dengan tetap memelihara kinerja di tengah tekanan kinerja gara-gara kondisi pandemi, triple shock dan ketidakpastian demand. PGN tetap berusaha memelihara kinerja operasional dan keuangan terutama didalam melayani keperluan gas bumi nasional.

Selama periode Januari – September 2020, PGN berhasil menyalurkan gas bumi bersama dengan volume distribusi sebesar 812 BBTUD, volume transmisi sebesar 1.276 MMSCFD, lifting minyak dan gas sebesar 5.260 MBOE, transportasi minyak sebesar 2.780 MBOE, pemrosesan LPG sebesar 34.206 TON, dan regasifikasi sebesar 93 BBTUD.

Pada kinerja Triwulan III th. 2020, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 2.151.07 juta atau sekitar Rp 31,51 triliun terhadap Triwulan III 2020 (kurs tengah rata-rata Triwulan III th. 2020 sebesar Rp 14.647/USD). Pendapatan selanjutnya sebagian besar berasal berasal dari kinerja operasional penjualan gas, agar PGN Konsolidasi mencatat Laba Operasi sebesar USD 315,49 juta dan EBITDA sebesar USD 601,91 juta.

“Di tengah tekanan kondisi kinerja keuangan gara-gara aspek eksternal dan pandemi, per 31 Desember kinerja operasional PGN tetap terjaga baik. Saat ini PGN mempunyai fasilitas standby loan berasal dari sebagian Bank yang siap digunakan selama 2021 untuk berbagai keperluan. Untuk konsep investasi/ CAPEX ke depan, PGN termasuk telah mempunyai langkah dan skema pendanaan yang paling optimal sesuai bersama dengan jenis dan jenis investasi. Sehingga secara umum, proyeksi arus kas PGN tetap berada terhadap kondisi yang baik walau terkandung potensi tax exposure,” jelas Rachmat.

Selain itu, PGN bakal jalankan percepatan Program Strategis Gas bumi secara bertahap terhadap Tahun 2020 – 2026 untuk capai kemandirian kekuatan nasional melalui Program Strategis Sub Holding Gas “Sapta PGN”.

1. PGN Sayang Ibu melalui program pengembangan jaringan Gas untuk Pelanggan Rumah Tangga bersama dengan bundling product

2. PGN Mendukung industri Khusus

Penyediaan gas bumi untuk 7 sektor industri tertentu cocok bersama dengan Kepmen ESDM 89K/ 2020
Dukungan penyediaan gas untuk newcaptive market
3. PGN untuk Listrik Nasional

Penyediaan gas bumi untuk sektor kelistrikan cocok bersama dengan RUPTL Kepmen ESDM 91K/ 2020 dan Kepmen ESDM 13/ 2020
4. PGN Retail dan Industri Umum

Penyediaan gas bumi untuk sektor industri umum melalui pipa dan non pipa
Dukungan pengembangan Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pipa transmisi dan pipa distribusi
5. PGN Sektor Maritim Program Konversi transportasi sektor laut menjadi berbahan bakar LNG

6. PGN Sektor Darat Program konversi transportasi sektor darat berbahan bakar gas dan pengembangan SPBG

7. PGN Masuk Desa

Penyediaan Energi Alternatif untuk penduduk yang berlokasi di luar jangkauan infrastruktur pipa dan non pipa PGN (Pemberdayaan sumber kekuatan lokal)
PGN termasuk berusaha Perluasan lokasi usaha ke skala internasional melalui kegiatan LNG Trading dan kerja serupa pengembangan infrastruktur gas bumi.
Adapun, Target Operasi PGN terhadap th. 2021 untuk volume niaga gas bumi domestik sebesar 950-975 BBTUD, volume infrastruktur transmisi domestik sebesar 2.300-2.400 MMSCFD, dan volume niaga LNG sekitar 50 – 55 BBTUD.

Kemudian untuk pelaksanaan pembangunan jargas rumah tangga melalui PGN Sayang Ibu, ditargetkan capai ±170.000 SRT bersama dengan estimasi volume gas sekitar 10 BBTUD. Harapannya, pemanfaatan gas bumi sanggup semakin luas dirasakan oleh penduduk di berbagai sektor.

Rachmat menuturkan, PGN bakal terus berusaha yang terbaik bersama dengan jalankan integrasi infrastruktur gas untuk ketahanan pasokan, efisiensi dan tingkat fasilitas yang semakin baik ke seluruh lokasi Indonesia.

“Dukungan berasal dari seluruh stakeholder diinginkan sanggup membantu PGN didalam usaha memperluas pengembangan infrastruktur dan fasilitas gas bumi dan terutama didalam capai obyek bauran nasional untuk ketahanan kekuatan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

About Aname

Check Also

Pandungan berinvestasi emas dengan efektif

https://www.logammulia.com/id – Dana investasi adalah salah satu cara terbaik untuk membeli emas dengan beroperasi di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *