Home / Bisnis / Langkah-Langkah Penting Untuk Membuka Kembali Tempat Kerja

Langkah-Langkah Penting Untuk Membuka Kembali Tempat Kerja

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kita bekerja dan hidup. Banyak tempat kerja seperti virtual office jakarta pusat yang harus tutup sementara atau mengurangi aktivitasnya untuk mencegah penyebaran virus. Namun, seiring dengan penurunan kasus dan peningkatan vaksinasi, beberapa tempat kerja mulai membuka kembali dan mengoperasikan kembali usahanya. Bagaimana cara membuka kembali tempat kerja virtual office jakarta pusat dengan aman dan sehat selama pandemi COVID-19? Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan:

  1. Membentuk Tim Bersama yang Akan Merencanakan dan Mengatur Kegiatan Kembali Bekerja
    Tempat kerja harus melibatkan semua pihak yang terkait, seperti pengusaha, pekerja, perwakilan pekerja, serikat kerja, dan asosiasi usaha, dalam merencanakan dan mengatur kegiatan kembali bekerja. Tim bersama ini harus bertanggung jawab untuk melakukan penilaian risiko, menentukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian, mengkomunikasikan dan melatih pekerja, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya. Tim bersama ini harus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan dan ketenagakerjaan setempat, serta mengikuti pedoman nasional dan internasional yang relevan.
  2. Memutuskan Kapan Dibuka Kembali, Siapa yang Akan Kembali Bekerja dan Bagaimana Caranya
    Tempat kerja harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuka kembali, seperti situasi epidemiologi, kapasitas layanan kesehatan, kesiapan tempat kerja, dan kebutuhan usaha. Tempat kerja harus membuka kembali secara bertahap, dengan memprioritaskan pekerja yang memang diperlukan kehadirannya di tempat kerja, dan memberikan fleksibilitas bagi pekerja yang dapat bekerja dari rumah atau bekerja jarak jauh. Tempat kerja harus menetapkan kebijakan dan prosedur mengenai jumlah pekerja dan pengunjung di tempat kerja, serta mengatur jadwal, jam kerja, dan sistem shift yang dapat mengurangi kerumunan dan kontak erat
  3. Mengadopsi Langkah-Langkah Teknis, Organisasi dan Administrasi
    Tempat kerja harus menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang sesuai dengan hierarki pengendalian, yaitu menghilangkan atau mengurangi sumber bahaya, mengisolasi atau memisahkan pekerja dari bahaya, mengendalikan bahaya di tingkat tempat kerja, dan memberikan perlindungan pribadi bagi pekerja. Beberapa contoh langkah-langkah ini adalah:

    • Menghindari interaksi fisik, seperti dengan mempromosikan bekerja dari rumah, bekerja jarak jauh, atau menggunakan teknologi digital.
    • Menjaga jarak fisik minimal 2 meter setiap saat dan dalam semua situasi yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti dengan memasang penghalang atau tabir fisik, menentukan dan memberi tanda untuk kapasitas maksimum tempat kerja dan area yang berbeda, serta mengatur arah lalu lintas pekerja dan pengunjung.
    • Memberikan ventilasi yang baik di tempat kerja, seperti dengan membuka jendela, menggunakan sistem ventilasi mekanis, atau menggunakan filter udara.
    • Membersihkan dan mendisinfeksi tempat kerja secara rutin, seperti dengan menggunakan produk pembersih dan disinfektan yang sesuai, membersihkan permukaan dan benda yang sering disentuh, serta menyediakan tempat sampah tertutup.
    • Mendorong kebersihan tangan dan pernapasan, seperti dengan menyediakan air bersih, sabun, hand sanitizer, tisu, dan masker, serta mengedukasi pekerja tentang etiket bersin dan batuk, serta cara memakai, melepas, dan membuang masker dengan benar.
    • Melakukan skrining kesehatan dan pemantauan gejala, seperti dengan mengukur suhu tubuh, menanyakan riwayat perjalanan dan kontak, serta mengarahkan pekerja yang sakit atau bergejala untuk tidak datang ke tempat kerja, tetapi segera mencari bantuan medis.
  4. Menyediakan Dukungan Psikososial dan Kesejahteraan bagi Pekerja
    Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja, seperti stres, kecemasan, depresi, atau trauma. Tempat kerja harus menyediakan dukungan psikososial dan kesejahteraan bagi pekerja, seperti dengan:

    • Mengkomunikasikan informasi yang akurat, jelas, dan tepat waktu tentang COVID-19 dan langkah-langkah yang diambil oleh tempat kerja, serta menghindari penyebaran informasi palsu atau menyesatkan.
    • Menjaga komunikasi yang terbuka, transparan, dan inklusif dengan pekerja, serta mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran, saran, atau masalah yang mereka hadapi.
    • Memberikan fleksibilitas, dukungan, dan penghargaan bagi pekerja, serta mengakui dan menghargai kontribusi dan pencapaian mereka.
    • Mendorong pekerja untuk menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan, serta memberikan fasilitas dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengelola stres dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka.
    • Menyediakan akses ke layanan konseling, bantuan, atau rujukan profesional bagi pekerja yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Kesimpulan
Membuka kembali tempat kerja dengan aman dan sehat selama pandemi COVID-19 membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan partisipasi dari semua pihak yang terlibat. Tempat kerja harus mengikuti pedoman nasional dan internasional, serta melakukan penilaian risiko dan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang sesuai. Tempat kerja juga harus memberikan dukungan psikososial dan kesejahteraan bagi pekerja, serta memantau dan mengevaluasi situasi secara berkala. Dengan demikian, tempat kerja dapat melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja, serta mempertahankan keberlangsungan usaha.

About Aname

Check Also

virtual office jakarta

Cara Memberikan Kembali kepada Komunitas Ruang Kerja Fleksibel

Ruang kerja fleksibel di virtual office jakarta telah menjadi lebih dari sekadar tempat bekerja; mereka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *