Home / teknology / Klasifikasi Filter Udara Yang Umum Dipakai Pada Sistem Ventilasi

Klasifikasi Filter Udara Yang Umum Dipakai Pada Sistem Ventilasi

Ventilasi dikatakan baik, bila sistem itu berlangsung secara alamiah dalam artian berlangsung dengan sendirinya tanpa bantuan alat bantu seperti kipas angin maupun pengkondisi udara (AC). Jika ventilasi alamiah tidak dapat berjalan lancar, barulah membutuhkan alat bantu untuk memperlancar sirkulasi udaranya.

Namun dengan pengaturan desain yang pas serta mengetahui seluk-beluk sistem ventilasi, usaha mendapatkan ventilasi alamiah bisa diperoleh. Oleh karena itu perlu diketahui bahwa ventilasi mendasarkan diri pada dua prinsip, yaitu :

 

a. Ventilasi Horisontal
Ventilasi horizontal timbul karena udara dari sumber yang datang secara horizontal. Kondisi ini bisa terjadi bila ada satu sisi (bagian rumah) yang sengaja dibuat panas sementara di sisi lain kondisinya lebih sejuk. Kondisi sejuk ini dapat diperoleh bila bagian tersebut kita tanami pohon yang cukup rindang atau bagian tersebut sering terkena bayangan (ingat prinsip dasar udara yang mengalir dari daerah bertekanan tinggi /dingin ke daerah bertekanan rendah/panas).

 

b. Ventilasi Vertikal

Prinsip dasar ventilasi vertikal adalah memanfaatkan perbedaan lapisan-lapisan udara, baik di dalam maupun di luar yang memiliki perbedaan berat jenis. Ventilasi vertikal ini akan sangat bermanfaat untuk bangunan rumah 2 lantai atau lebih.

 

Klasifikasi dan Jenis Filter Udara pada sistem ventilasi udara

 

Klasifikasi filter udara

Secara umum semua filter dari sistem ventilasi suplai dibagi menjadi 2 bagian khusus :

  1. filter tujuan umum,
  2. filter yang menyediakan persyaratan khusus untuk udara bersih di tempat.

 

Tergantung pada tingkat filter pembersih dapat dibagi menjadi tiga kelas:

Grade 1 atau filter ultra-halus (filter “mutlak”). Filter pemurnian absolut mempertahankan partikel halus berukuran 0,1 μm. Mereka digunakan di tempat yang persyaratan tinggi kemurnian udara yang diperlukan: di medis, perusahaan farmasi, di fasilitas produksi makanan, dll (Baca juga: Ventilasi kamar yang bersih)

Kelas 2 atau filter yang bagus. Tidak memungkinkan partikel yang lebih besar dari 1 μm. Filter halus, sebagai aturan, digunakan dalam sistem ventilasi tempat dan sistem pendingin udara. Juga, penggunaannya dalam tahap kedua pemurnian udara (pasca perawatan) dipraktikkan.

Grade 3 atau filter kasar. Filter jenis ini menangkap partikel dengan ukuran 10 mikron. Mereka dipasang di kamar yang tidak memerlukan pemurnian udara tingkat tinggi (di pabrik produksi dalam kondisi polusi tinggi dan udara kerja yang berdebu). Mereka juga digunakan sebagai pra-perawatan dalam sistem ventilasi dan pendingin udara.

 

Rekomendasi Filter Udara Untuk sistem ventilasi

Terdapat banyak sekali variasi dan merk penyaring udara yang ada di pasaran . Tentu hal ini bisa saja membingungkan calon pembeli. Untuk itu , pada artikel kali ini penulis sangat merekomendasikan anda untuk menggunakan Ceiling filter .

Apa itu ceiling filter ? berikut spesifikasi nya :

 

Spesifikasi ceiling filter :
Ceiling filter media PG-600
Weight : 600 g/m2
Thickness : 20 mm
Wind Flow : 900 m3/H
Max Wind Pressure : 400 psi
Dust Holding Capacity : 450 g/m2
Medium Filtering Result : 97.9%

▪ DIMENSION
Rolls : 2M x 20M

Web distributor area indonesia : www.dekafilter.com

About Aname

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *